Padi dan Nabi Musa as.

Posted: April 17, 2015 in reminder
Tags: , , ,

Assalamualaikum dan selamat sejahtera.

Orang berkongsi, aku sebarkan. Bacalah dengan mata hati. Semoga memberi manfaat kepada diri.

“Suatu hari Nabi Musa As bertanya pada Allah SWT, “Ya Allah kenapa nanti di akhirat tidak semua manusia engkau masukkan ke dalam syurgaMu, kenapa hanya orang yang beriman saja? Kenapa orang yang tidak beriman tidak Engkau masukkan ke dalam surga juga?  Padahal Engkaulah yang menciptakan seluruh manusia, Engkaulah yang mengurus seluruh manusia, Engkaulah yang memberi rezeki kepada semua manusia baik yang beriman maupun yang tidak beriman padaMu“. Allah tidak menjawab pertanyaan nabi Musa As melainkan memerintahkannya untuk menanam padi. Jika padi sudah dituai dan menjadi beras maka ia disuruh untuk kembali lagi menghadap Allah SWT.

Nabi Musa pun melaksanakan perintah Allah SWT, ia menanam padi, mengurusnya, mengairinya, memberi pupuk. Setelah tua, padi tersebut ia tuai, kemudian ia mulai memproses sedemikian rupa sehingga ia mendapatkan beras kemudian menyimpan beras tersebut.

Menghadaplah Nabi Musa kepada Allah SWT untuk melapor bahawa beliau telah selesai melaksanakan perintah. Berikut ini kira-kira percakapan yang terjadi antara Allah SWT dan Nabi Musa.

Musa : Ya Allah aku telah selesai melaksanakan perintahMu.
Allah : engkau sudah mendapatkan berasnya?
Musa : Sudah
Allah : hanya beras saja yang kau simpan, bagaimana dengan bagian lain dari tanaman padi, batang padi yang kering, daun padi dan sekam, hendak kau kemanakan?
Musa : aku membakarnya karena bahagian yang lain tidak berguna
Allah : kenapa kau membakarnya? Padahal engkau yang menanam padi tersebut, engkau yang memeliharanya, setelah dituai kenapa engkau hanya menyimpan berasnya saja, sementara bagian lain dari tanaman padi tidak kau simpan?

Baru disinilah Nabi Musa As menyedari bahawa pertanyaannya selama ini telah terjawab. Allah menciptakan manusia di muka bumi seperti manusia menanam padi di sawah dan penciptaan manusia dan seluruh alam merupakan kehendaknya. Ia memberi rezeki kepada seluruh manusia dan menjaga seluruh manusia. Namun hanya manusia yang taat dan beriman  kepada Allah saja yang akan Allah masukkan ke dalam syurga, sedangkan manusia yang mengingkari Allah akan dibakar di neraka.  Laksana Musa yang menanam padi, ketika menuai tiba maka hanya bagian yang berguna saja, yakni beras yang disimpan, sementara bahagian yang lain dibakarnya kerana tidak berguna.

Manusia hidup di dunia tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah SWT melainkan diberi bekal berupa akal yang dapat membezakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat. Allah juga menurunkan para Nabi dan Rasul sebagai pembantunya untuk memberikan khabar gembira dan memberikan peringatan kepada manusia.

Ketika kita dapat  beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, ingatlah bahwa ketika kita bertakwa itu kerana Allah yang memberikan kekuatan kepada kita agar kita tidak menyombongkan diri. Manusia dapat masuk ke syurga kerana semata-mata Rahmat dari Allah SWT bukan hanya karena ketakwaan kita saja. Sedangkan manusia yang tidak beriman dan bertakwa kemudian disiksa di neraka, bukan kerana Allah kejam melainkan semata-mata kerana keadilan Allah SWT.

Semoga kita tergolong orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mendapatkan Rahmat dari Allah SWT. Aamiin”

p/s: muhasabah diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s